Setelah menjelajahi perjalanan karir dan sederet project dari masing-masing personel Ivy, skarang waktunya ngebahas tentang musik mereka.
Di awal terbentuknya, lagu-lagu Ivy masih terdengar seperti ‘just another indie band’, dengan dominasi gaya yang akustik banget. Ditambah dengan aksen Dominique yang masih kental dengan logat Perancisnya, which is menurut gw sih malah kedengeran lebih sexy.
Pada album ‘Guestroom’, Ivy membawakan lagu-lagu cover version dari berbagai musisi, dan kerennya dengan gaya musikalitas yang ‘Ivy banget’, meskipun lagu-lagi tersebut berasal dari era berbeda. Diantaranya “Let’s Go To Bed” milik The Cure yang kondang pada tahun 80an, ‘Be My Baby’-nya Ronnettes yang cukup hits di awal 60an dan lagunya Serge Gainsbourg berjudul “L’Anamour” yang juga terdapat di album band kompilasi berbagai artis yang membawakan lagu dalam Bahasa Perancis.
Bagi para maniak completist, Ivy dermawan banget ngejembrengin discography di website resminya berupa sederet lagu baik single, features, remix version, kompilasi, promo, soundtrack, sampai rare edition yang mungkin ga bakal ditemuin di listed album mereka.
Meskipun jeda rilis dari satu album ke album lain cukup panjang, Ivy justru makin eksis, bahkan mungkin efeknya melebihi promo tour mereka. Lagu-lagu Ivy banyak digunakan di banyak film dan serial televisi kondang seperti Felicity; Roswell; Me, Myself & Irene; There’s Something About Marry, dan masih banyak lagi. Hal seperti ini malah jadi overpublikasi yang mentenarkan Ivy.
Musik-musik Ivy yang easy listening dan atmospheric bisa membawa mood ke dalam tempo yang ballance. Mellow engga, terlalu hype juga engga, tapi pada saat yang bersamaan bisa memberi efek semangat yang menenangkan. Dari album pertama hingga sekarang Ivy terus memperkaya nuansa musiknya dengan berbagai eksperimen namun tetap mempertahankan style musik khas mereka. Suara lembut Dominique ngeblend sempurna dengan genre musik Ivy.
Meskipun dalam satu dasawarsa sejak terbentuknya Ivy baru menelurkan gak sampai 10 album, diluar itu mereka tetap eksis dengan band ’selingkuhan’ masing-masing. Buat para penggemar Ivy yang ga sabar dengan album baru mereka, boleh berharap di tahun 2010. Atau boleh juga coba-coba mendengarkan musik band-band garapan Andy Chase, Adam Schlesinger dan Dominique Durand yang lain, siapa tau bisa mengobati kerinduan terhadap Ivy, atau justru lebih tertarik dengan side project mereka?
sumber: gorgeouspark.com
Related posts:




September 1st, 2009 at 3:52 am
Tooop…., pertama denger taon 1997, album Apartment Life, kasetnya kakak gw, udah deh, langsung demen ampe sekarang…………