Gak kalah aneh sama nama band, diluar sana banyak judul lagu maupun album yang ‘gak wajar’. Simak judul lagu yang terdiri atas satu kata terpanjang: Supercalifraglisticexpialidocious yang ada di film musical Mary Poppins yang beken tahun 60an. Lagu ini sempat menjadi perdebatan hebat soal perebutan copyright antara Sherman Brothers dan Parker & Young pada tahun 1967. Kedua pihak sama-sama mengklaim sebagai pemilik sah lagu tersebut.

Gak kalah panjang, lagu “I’m a Cranky Old Yank, in a Clanky Old Tank, on the Streets of Yokahama with My Honolulu Mama, Doing Those Beat-o, Beat-o, Flat on My Seat-o, Hirohito Blues” sempet diakui oleh Guiness World Book of Record sebagai judul lagu terpanjang dalam sejarah. Untuk ukuran tahun 1945 lirik yang ditulis oleh Hoagy Carmichael ini termasuk panjang banget, tapi kemudian dia mengklaim judul aslinya cuma sampe “… Old Yank” dan sisanya adalah becandaan.

Ok, kali ini tarik napas dalam-dalam, siap? “The Sad But True Story Of Ray Mingus, The Lumberjack Of Bulk Rock City, And His Never Slacking Stribe In Exploiting The So Far Undiscovered Areas Of The Intention To Bodily Intercourse From The Opposite Species Of His Kind, During Intake Of All The Mental Condition That Could Be Derived From Fermentation” adalah song title dari band Rednex asal Swedia. Judul lagu ini terdiri atas 52 kata dan 305 karakter termasuk spasi. Bener-bener ngabisin jatah paragraf gw…. *sigh*.
Masih banyak band/pemusik yang punya judul lagu nyaingin antrian sembako gratis, tapi gw ga akan nyebutin semua judulnya disini, khawatir artikel ini menjadi cerber alias cerita bersambung (lebay mode on). Gw sebutin aja para band/pemusik yang punya song title gak kurang dari 30 kata: The Chariot, Sufjan Stevens dari album Illinois dan Red Sparrowes. Band lain yang gak kalah menuh2in bungkus cd-nya dengan judul lagu diantaranya: Panic! At The Disco, Fall Out Boy, Wolfen Ancestry, Nile dan Pink Floyd. Well, maybe there’s still a bunch out there…

Kalau judul album terpanjang? Jawaranya Fiona Apple dengan “When the pawn hits the conflicts he thinks like a king/ What he knows throw the blows when he goes to the fight/ And he’ll win the whole thing ‘fore he enters the ring/ There’s no body to batter when your mind is your might/ So when you go solo, you hold your own hand/ And remember that depth is the greatest of heights/ And if you know where you stand, then you know where to land/ And if you fall it won’t matter, cuz you’ll know that you’re right” yang dirilis 9 November 1999 (Sembilan November? Sounds like 9-11 to me). Judul album sepanjang itu adalah sajak yang ditulis Fiona setelah membaca surat pembaca dibawah sebuah artikel bernada negatif tentang dia.
Album kedua Fiona ini sempet masuk Guiness Book of Records tahun 2001 sebagai judul album terpanjang. Enam tahun kemudian rekor tersebut dikalahkan oleh Soulwax dengan judul album lebih panjang 100 karatkter dan tahun 2008 kembali digeser oleh Chumbawamba dengan album title lebih panjang lagi.

At last, inilah beberapa judul lagu yang gak disebut dalam lirik. Biasanya, yang dipakai dalam judul lagu adalah potongan lirik dalam lagu, either bagian refrain atau bagian lainnya. Tapi tampaknya kebiasaan itu sudah bergeser. Coba perhatikan judul lagu berikut dan dengerin musiknya: “Viva La Vida”, “The Scientist”, “Don’t Panic” (lucunya, lagu ini kadang ‘dijuduli’ Beautiful World karena lebih sering disebut dalam lagu). Semua lagu tersebut milik ColdPlay. Selain itu, judul-judul lagu Fall Out Boy yang sepanjang-panjang jalur busway itu juga kebanyakan gak dipake dalam lirik.