Posted on 25 February 2009 by Bung Jo

Jamie ”Hotel” Hince dan pasangan bermusiknya, Alison ”W” Mosshart percaya bahwa “your art is something you live, rather than something you merely do”, sehingga pendekatan konvensional dalam membuat album rekaman seperti, menulis lagu mirip dengan hits sebelumnya,menyewa studio mewah lengkap dengan produser bermulut manis,profesional dan pulang tepat waktu jelas bukan pilihan, The Kills membuat musik terdengar seperti dicabik dari tulang belakangnya seks dan kematian dan kegilaan dari jantung rock ‘n’ roll yang terbaik . Mereka melakukannya dengan menempatkan kreativitas, fisik,emosi dan finansial yang sejajar pada keduanya . “Benar benar sebuah journey “ kata Alison, dengan kepercayaan diri seorang yang mempercayai bahwa apapun yang tidak dapat membunuhmu membuatmu makin kuat. Mereka membuat banyak rekaman sebelumnya, dengan berbagai kegagalan, situasi dan tempat berbeda bahkan kehabisan uang untuk menyatukannya dan menjadikan sebuah album yang tepat.
Continue Reading
Posted on 19 February 2009 by angga
Pengenalan Drum.
Oleh Denny AJD
Drum sebenarnya bermacam-macam. Ada snare, tom-tom, bass, conga, tymbal, mondo, bedug, tabla… dll, mereka sebenarnya adalah drum, karena memainkannya dengan cara dipukul.
Continue Reading
Posted on 18 February 2009 by Bung Jo

Deadmau5 (diucapkan “Dead mouse”, dengan nama lahir Joel Zimmerman) adalah DJ dan produser electro progressive house dari Toronto, Kanada.
Continue Reading
Posted on 19 January 2009 by Bung Jo

TheBird and the Bee merilis kembali album sophomore bertajuk ‘Ray Guns are not just the future’ pada bulan desember kemarin. Mereka adalah duo musisi multitalenta asal L A California yang pertama bertemu waktu Greg Kurstin sedang mengerjakan album solo pertama milik Inara George. Kerjasama yang langgeng pun menyusul berbarengan setumpuk lagu ‘ngak biasa’ berhiaskan nuansa jazz. Beberapa Ep sempat dicetak sebelum debut album mereka beredar di pasaran ,The Bird and the Bee yang cukup sukses dan banyak diminati , dengan track seperti ‘again & again’ ,’I’m a broken heart’,dan ‘Fucking Boyfriend ‘
Continue Reading
Posted on 11 December 2008 by angga

Saking dedikatifnya terhadap pertumbuhan jazz di Indonesia, nama mendiang Jack Lesmana sering dikonotasikan dengan Jazz Lesmana. Pria berdarah campuran Madura (ayah) dan Jawa Belanda (ibu), ini tak pelak lagi merupakan tokoh penting dalam dunia musik jazz yang pada zamannya memang sering diibaratkan melangkah dengan tersengal-sengal. Meskipun demikian, ayah dari Indra Lesmana ini, toh terus maju pantang mundur. Dia seolah siap menerima risiko sebagai pemusik yang menggeluti dunia jazz yang jauh dari kilau sinar nan gemerlap.
Continue Reading
Posted on 11 December 2008 by angga

Benyamin Sueb (1939 - 1995) lahir di Kemayoran, 5 Maret 1939. Benyamin Sueb memang sosok panutan. Kesuksesan di dunia musik dan film membuat namanya semakin melambung. Lebih dari 75 album musik dan 53 judul film yang ia bintangi adalah bukti keseriusannya di bidang hiburan tersebut.
Continue Reading